Merdeka adalah ketika kita terbebas dari penghambaan kepada manusia dan bisa sempurna menyembah Allah Rabbul 'alaamin.

Dear, Self..

No one knows what is inside this heart, except we ourself and our creator Allah Azza wa Jalla. Hati secara anatomi memang ada, tapi aku lebih melihatnya sebagai sesuatu yang abstrak, ketika kita berbicara tentang 'diri'. Di sanalah tempat berkumpulnya semua perasaan, marah, senang, sedih, bingung, kesal, yang kesemuanya juga adalah hal yang abstrak. Mereka … Continue reading Dear, Self..

Shalihah

"الدنيا متاع و خير متاعها المرأة الصالحة" (روه مسلم) "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR. Muslim) Shalihah bagi saya itu bukan sekedar tujuan, tapi ia lebih pada harapan dan proses. Karena memang, untuk mendapat gelar 'shalihah' itu sendiri pasti akan membutuhkan proses yang panjang, waktu yang lama, dan bekal yang … Continue reading Shalihah

Ramadhan

Mungkin terkesan terlambat jika menulis tentang ini, karena malam ini saja sudah masuk 10 malam terakhir. Terlalu cepat rasanya memang. Karena ini adalah 10 malam yang biasanya dinantikan. Bagaimana tidak, Ramadhannya saja sudah spesial, terlebih lagi 10 malam ke depan ini. Ada 1 pertanyaan sederhana. Sudah membekaskah kebaikan Ramadhan tahun ini pada diri? Jika belum, … Continue reading Ramadhan

Cuma Mampir

Layaknya ketika bertamu, ada kalanya kita akan pergi meninggalkan empunya rumah. Semata-mata karena itu bukan rumah kita, kita cuma mampir. Pun manusia terkait relasinya dengan dunia ini. Nanti akan ada masanya Pemilik kita akan memanggil kita yang mengharuskan kaki ini beranjak dari dunia ini, karena kita cuma mampir. Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam pun pernah … Continue reading Cuma Mampir

Bersama Itu Lebih Indah

Dulu, sebelum mengenal Islam lebih dalam, saya mungkin hanya seseorang yg berKTPkan Islam. Tapi perangai, sikap, perilaku sangat jauh dari Islam. Bahkan mungkin teman-teman semasa SMP-SMA tahu bagaimana saya dulu (semoga Allah ampuni kelalaian saya waktu itu). Berhijab seadanya, shalat sekenanya, puasa tanpa tau esensi dasarnya apa, dan ibadah-ibadah lain yang mungkin saya lakukan tapi … Continue reading Bersama Itu Lebih Indah

Aku dan Bima (Part 2)

***** Penerbangan yang kuambil adalah penerbangan pukul 10 WITA. Tapi qadarullah, penerbanganku ditunda karena kendala teknis, katanya. Untuk membunuh waktu, aku bercengkerama dengan salah satu ustadzah yang juga bertolak ke Bima sembari mengerjakan research kecil-kecilanku. Sekitar pukul 11 WITA, penerbanganku diumumkan akan segera berangkat sehingga kami dipersilakan untuk menaiki pesawat. Satu jam berlalu, dan voila! Aku sampai di bandara … Continue reading Aku dan Bima (Part 2)

Aku dan Bima (Part 1)

Salaam 🙂 Setelah hampir lima puluh tulisan yang sudah dipublish di blog ini, mungkin ini pertama kalinya aku menulis tentang kehidupanku sendiri dengan bahasa yang ringan-ringan aja. Ngga masalah kan? Hehehe. Baik, dilihat dari judul, mungkin terkesan kalau aku sedang membicarakan seorang laki-laki. Padahal faktanya, sama sekali bukan. Bima. Bima ini salah satu daerah di Nusa Tenggara Barat, … Continue reading Aku dan Bima (Part 1)