UMAT

Murid hajar guru.

‘Orang gila’ gebuk ulama.

Ibu buang bayi.

Ayah gauli anak.

Ada lagi? Masih banyak pasti. Itu hanya beberapa yang nampak dan terangkat ke media, yang tak terekspose tentu menumpuk.

Jujur saya lelah melihat berita di negeri ini.
Ahad pencurian.
Senin pembunuhan.
Selasa pemerkosaan.
Rabu perzinahan.
Kamis perampokan.
Jumat tawuran.
Sabtu kerusuhan.

Lengkap sudah ‘menu’ yang disajikan pada umat.

Sudahlah umat dipertontonkan berbagai kemunkaran, namun semua itu tak diimbangi dengan penguatan aqidah umat sebagai basis untuk menghalau mereka dari melakukan hal-hal itu. Jadilah umat yang sebelumnya awam, ‘terinspirasi’ untuk kemudian menjadi pelakunya langsung.

Saya rasa saya tidak sendiri merasakan kelelahan ini. Respon dari kelelahan itupun beragam. Ada yang lelah, namun diam tak bergeming. Tapi ada juga yang lelah, namun kemudian berdiri untuk merubah.

Sebagai seorang muslim, yang Islam mengajarkan untuk tak boleh berdiam diri melihat kemunkaran, saya dan banyak kaum muslimin lainnya akan berusaha merubah situasi yang ada. Islam sudah mewajibkan dakwah untuk dilaksanakan di muka bumi. Karena dengan dakwahlah Islam ini bahkan bisa menembus batas teritori kenegaraan saat ini.

Dan umat butuh dakwah itu. Sungguh, umat ini ibaratnya sedang berjalan menuju rumahnya, tapi berada di atas jalan yang berujung pada jurang yg dalam. Umat banyak yang belum tahu bahwa ada jalan lain yang bisa ditempuh untuk sampai ke rumahnya. Jalan itu adalah jalan Islam.

Untuk mengatasi perzinahan, Islam menganjurkan pernikahan, bahkan membolehkan ta’addud (poligami) bagi yg mampu. Untuk mengatasi pembunuhan, Islam mensyariatkan qishash. Untuk mengatasi pemerkosaan, Islam mewajibkan hijab syar’i bagi wanita dan menundukkan pandangan bagi laki-laki. Untuk mengatasi ditinggalkannya hukum Allah di ranah publik, Islam mencatat ada Khilafah/Imamah/Imarah yang bisa menegakkannya, dsb.

Agenda penjauhan umat dari Islam ini nampak mendulang keberhasilan memang. Banyak pihak yang tepuk tangan melihat keadaan ini, namun umat tak kunjung sadar. Masalah ini butuh 2 aspek, yaitu umat itu sendiri dan para da’i da’iyah sebagai penyeru. Umat sepatutnya ‘mencari’ cara agar segera sadar akan jalan Islam, bukan justru semakin asyik di kubangan kemunkaran. Para da’i da’iyah juga seharusnya menggencarkan daya dan upaya mereka untuk mengedukasi umat.

Jika umat dan da’i da’iyah sudah paham porsi apa yang harus mereka ambil dan laksanakan, in syaa Allah kebangkitan Islam itu akan semakin dekat kita raih. Teruslah bersinergi dan bersatu untuk mengerahkan tenaga di jalan Islam, karena tak ada sesuatu yang hilang di jalan Islam melainkan diganti dengan ridha Allah Azza wa Jalla. Wallahu a’lam bishshawwab.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: