Terror Is (You)

Dalam sepekan ini publik digemparkan dengan berbagai aksi yang menyasar aparat keamanan, mulai dari tragedi Mako Brimob, penusukan, ledakan di rumah ibadah dan terbaru hari ini di polrestabes Surabaya.

Sebagai seorang Muslim, duka yg sebesar-besarnya saya sampaikan kepada keluarga korban kejadian ini. Dan sungguh saya mengutuk dengan kutukan terdalam pada siapapun yg menjadi dalang di balik semua aksi ini, apapun motif dan tujuannya.

Namun sebagai seseorang yang juga memiliki beban intelektual, saya mengajak publik untuk melihat lebih dalam dan berpikir cerdas ttg fenomena ini. Saya sangat menyesalkan dan mengecam tindakan pihak-pihak yang lalu memanfaatkan fenomena ini untuk mengafilisiakan dan mendiskreditkan Islam, ajarannya, dan pengembannya dengan terorisme. Padahal sangat jelas #TerorismeBukanAjaranIslam.

Kemudian mulai bergulir di publik fitnah, asumsi, dan opini yang tak berlandaskan apapun, yang mengatakan bahwa rentetan peristiwa akhir-akhir ini ada hubungannya dengan ditolaknya gugatan #HTI di PTUN 7 Mei lalu. Jika Polri bertekad #TurnBackHoax, mengapa hoax dan fitnah murahan semacam ini dibiarkan beredar di masyarakat?! Jangan sampai ada standar ganda yang dilakukan aparat yang membuat kepercayaan publik (semakin) menurun pada kinerjanya.

Inilah yang saya maksudkan di atas agar publik berpikir cerdas, mendalam. Jangan sampai kita hanya melihat sesuatu yang nampak di permukaannya saja, namun kemudian abai dengan apa yang ada di balik tirai. Atau karena hal-hal tertentu, kemudian membuat kita menyimpulkan secara dangkal tanpa melihat validitas suatu hal.

Aksi teror apapun itu, tidak sepantasnya disandingkan denganIslam atau ajarannya (re. #khilafah), karena sama sekali tidak ditemukan keterkaitan di antaranya, terutama dari nash-nash syar’i. Jangan sampai kaum Muslim kemudian menjadi takut dengan agamanya sendiri, krn jika berlaku demikian, berhasil pulalah agenda keji dalang semua ini untuk memecahbelah umat.

Sekali lagi, TERORISME BUKAN AJARAN ISLAM. Islam yang paripurna ini terlalu tinggi untuk disetarakan dengan hal tersebut. Bagi pihakĀ² hitam yang kemudian meniatkan momen ini untuk mengerdilkan Islam di mata publik, tidakkah itu juga terorisme?

Jaga kami dari fitnah dan ujian ini yaa Rabbana..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: