SEJUTA UMAT, BERSAMA TOLAK PERPPU ORMAS!

Jika kita berbicara perjuangan, maka tak jauh beda apa yang dialami umat Muhammad hari ini dengan junjungannya 1400 tahun yang lalu. Satu persamaan yang begitu jelas terlihat dari perjuangan itu adalah keduanya sama-sama mendapat tekanan dan dihalang-halangi gerak langkahnya.

Dari satu kesamaan itu, umat Muhammad hari ini sepatutnya bangga dan menjadi semakin kuat karena perjuangan dakwah yang dilakukan telah memberikan efek yang sama dengan dakwah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dahulu, yaitu gentarnya para penghalang agama Allah dengan geliat kebangkitan kaum muslim.

Rasulullah serta para sahabat dahulu banyak yang disiksa atas keteguhannya menyampaikan risalah Islam. Pun sekarang, tidak sedikit dari kaum muslimin yang disiksa, baik secara fisik, verbal, maupun mental hanya karena kelantangannya menyuarakan kebenaran. Rasulullah dan kaum muslim yang teguh dan istiqamah memeluk Islam, dahulu diboikot oleh kaum kafir. Pun sekarang, banyak kaum muslim yang dipersekusi, ditekan, hingga diancam karena keberaniannya menggemakan kalimatullah.

Hari ini, sejuta umat muslim dari seluruh penjuru negeri, in syaa Allah akan berkumpul dan berikhtiar agar Ibu dan Bapak yang mengatakan dirinya adalah wakil-wakil dari rakyat, bisa memadukan satu suara untuk #TolakPerppuOrmas.

Sungguh, adanya Perppu Ormas ini merupakan bentuk nyata dari upaya penghalangan dakwah Islam di negeri yang berketuhanan Yang Maha Esa ini. Bagaimana tidak, suara-suara kritis dan kebenaran, telah dianggap menjadi suatu ancaman yang harus disingkirkan oleh penguasa hari ini.

Tak adanya proses peradilan dalam pemutusan perkara, lembaga dakwah Islam dibubarkan, para aktivisnya ditangkapi, ‘alim ‘ulama serta para habaibnya dikriminalisasi sedemikian rupa, dibenarkan oleh Perppu Ormas. Seluruhnya bisa terjadi karena adanya sokongan kuat dari butir-butir kedzaliman pada Perppu Ormas ini.

Umat sudah sepatutnya sadar bahwa Perppu Ormas ini jika dibiarkan terbit menjadi Undang-Undang, akan benar-benar menjadikan nuansa otoritarianisme dan represifme penguasa begitu terasa di hadapan umat yang sejatinya berharap perbaikan bagi negeri ini.

Oleh karena itu, demi keberlangsungan dakwah di negeri ini, demi tersampaikannya kalimat-kalimat Allah di negeri ini, demi terwujudnya keadilan untuk seluruh elemen negeri, carilah ridha Allah, Zat yang Maha Berkuasa atas negeri ini, dengan lantang menyuarakan dan mengusahakan untuk menolak Perppu Ormas pada Aksi 2410 hari ini.

Allah-lah yang akan menjadi saksi atas ketidakrelaan kita jika Perppu ini diberlakukan. Allah-lah yang akan menjadi saksi ketidakridhaan kita ketika dakwah Islam dihalangi. Allah-lah yang akan menjadi saksi atas seutama jihad pada penguasa yang kita lakukan dengan ikhlas ini.

Saksikanlah, saksikanlah, saksikanlah yaa Rabbana.

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal mawlaa wa ni’man nashiir.

يا ايّها الّذين ءامنوا إن تنصروا اللّه ينصركم و يثبّت أقدامكم {٤٧ : ٧}

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”

Ukhtukum,
Iranti Mantasari

Advertisements

Indonesia Move Up

Setiap mendengar kata “Move Up”, selalu ingat dengan kata-kata Teh Febrianti “Pepew” Almeera, “Move up! Karena move on saja tidak cukup” katanya.
Dan memang ada benarnya. Ketika kita mencoba mengubah sesuatu, maka Move Up lah yang diperlukan, bukan sekedar move on. Meningkatkan sesuatu itulah yang dibutuhkan, bukan sekedar berpindah secara horizontal.
Dan mungkin banyak yang geram, geregetan, kesel, tak habis pikir ketika menyaksikan panggung perhelatan keummatan di negeri ini. Mungkin banyak yang membuat kita berdecak, “Yaa Allah, kok bisa ya kaya gitu?”, “Yaa Allah, ada orang yang kaya gitu banget ya” “Subhanallahu, ngga nyangka ngeliat kasus-kasus yg ada sekarang mah, parah pisan” daaaaan lain-lain.. Tidak sedikit dari para analis yang mengkaji bahwa permasalahan yg dirasakan negeri ini, bukan masalah biasa. Tapi, ia adalah masalah yg timbul dari akar. Ketika akarnya tidak kokoh, apakah pohon nya akan tumbuh baik? Tentu tidak.
Pun dengan Indonesia. Sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, dan isme lainnya juga ikut andil dalam masalah-masalah yg ada saat ini. Banyak yg menuntut akan kebebasan, lalu apa artinya syari’at Islam jika demikian? Banyak pula yg menuntut agar agama tak usah dibawa dalam politik kenegaraan, lalu apa artinya fiqh siyasiyah (fiqh politik) dalam Islam jika demikian? Dan, tidak heran, para penggagas dari isme-isme tersebut di masa lalu juga sudah memprediksi bahwa apa yg mereka gagas itu lemah, dan akan berujung pada kealfaan di akhirnya.
Sedangkan, dibalik isme-isme yang pada dasarnya bertentangan dgn Islam tersebut, Islam sendiri sudah menawarkan solusi yang hakiki. Bagaimana mengatur kehidupan bermasyarakat, bagaimana problem solver dari permasalahan ekonomi, bagaimana menjalankan perpolitikan, yang semuanya tak hanya dijalankan karena maslahat, tapi sebagai bentuk ketaatan pada Ilahi Rabbi.
Sudah cukup dengan problematika ini. Sudah saatnya masalah-masalah yg ada diselesaikan dengan Islam. Sudah saatnya semua yang tercerai berai, bersatu lagi di bawah Panji Islam yg sama, Al Liwa’ dan Ar Rayah. Sudah saatnya untuk Indonesia Move Up dengan Syari’ah dan Khilafah agar tercapai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. In syaa Allah, bi idznillah.

212

​Membersamai aksi #212 pada hari ini dan untuk Islam secara umumnya, mari gencarkan doa. Doa doa doa.

Karena hari ini hari Jum’at, hari yang doa in syaa Allah diijabah oleh Allah.

Selipkan doa ini ba’da Dhuha hari ini, ba’da tilawah Al Kahfi hari ini, sembari shalawat juga dzikrullah.

Don’t underestimate the power of Doa, ikhwah.
Bagi yang belum bisa hadir dalam barisan kaum Muslimin hari ini, alangkah baiknya menggencarkan doa untuk kemaslahatan kaum Muslimin dan kemaslahatan Islam.

Tolong jangan ada hinaan, makian, cercaan untuk mereka yang berangkat. Mereka itu saudara kita. Apalah arti cercaan kita yang berdiam diri dibanding mereka yang rela meluangkan waktu dan tenaganya untuk membela AlQuran..
Allahu yubaarik al muslimiin fii kulli makan. In syaa Allah bi idznillah. Aamiin Allahumma Aamiin..