TRIANGLE LOVE

Adakah yang lebih romantis dari dua insan yang menjaga jaraknya atas nama Allah? Sementara di luar sana ada banyak sekali kawula muda yang bersua di tiap Sabtunya?

Adakah yang lebih indah dari dua insan yang bertemu dalam setiap sujud dan doanya? Sementara di luar sana ada banyak sekali mereka yang lupa padaNya karena bertemu dengan”nya”?

Cukup dengan pertanyaan-pertanyaan retoris.

Betul memang, setiap manusia sejatinya terlahir dengan 1 naluri yang sama, Gharizatun Nau’. Gharizatun Nau’ atau naluri untuk berkasihsayang kepada sesamanya tak akan bisa dihapuskan dari setiap insan dengan sengaja ataupun tidak dan dengan cara apapun. Yang ada, ia hanya bisa diredam atau hanya dikurangi dominansinya pada diri. Naluri ini pun secara alami akan meminta untuk dipenuhi oleh si pemilik hati. Ya, Gharizatun Nau’ memang sebuah karunia dari Ar Rahmaan untuk setiap insan.

Meskipun demikian, kelak di Yaumil Akhir tidak ada orang yang akan ditanyakan mengapa ia memiliki naluri ini dan tidak ada orang yang akan dihisab hanya karena ia memiliki naluri ini. Namun, Sang Rahmaan akan menanyakan dan menghisab bagaimana seorang insan memenuhi naluri ini. Sesuaikah atau justru keluar dari jalur yang sudah ditetapkanNya.

Tidak sedikit insan yang menyalahkan bentangan jarak karena membuatnya terpisah dengan pujaan hatinya. Tidak sedikit pula insan yang menyalahkan waktu karena membuatnya jauh dengan pujaan hatinya. Tapi, apakah kita pernah berpikir bahwa jarak dan waktu merupakan salah satu “senjata” Allah untuk menyayangi hambaNya? Jarak dan waktu bukanlah sebuah hukuman atau halangan. Mungkin Allah hanya tak ingin kita -yang sudah berdosa ini- menambah dosa dengan membiarkan naluri ini berjalan tidak di koridorNya.

Jagalah diri ini agar tidak terjatuh dalam lubang yang terlalu dalam sebelum janji suci terucap. Kita mungkin memang belum tahu siapakah yang akan diberikan Allah untuk kita. Bisa saja, dia sedang melakukan hal yang sama denganmu. Bisa saja, dia sedang bersimpuh di atas sajadahnya dan memohon hal yang sama padaNya. Bisa saja, dia sedang menyiapkan diri menjadi yang terbaik untuk disatukan denganmu kelak. Ya, kita memang tak pernah tahu.

Janganlah gundah kalaupun Dia belum menunjukkan siapa yang pantas untukmu nanti. Janganlah resah jika Dia belum memberikan jawaban atas setiap doa-doa yang kau panjatkan di sepertiga malammu. Yang perlu kita tekuni adalah terus memantaskan diri. Karena sesungguhnya, dia yang akan menemanimu nanti merupakan cerminan dari dirimu. Jika kau baik, baiklah dia. Jika kau buruk, buruklah dia. Jika kau sudah cukup pantas, yakinlah bahwa Dia akan memandu “dia” dengan caraNya yang tak terduga untuk menujumu. Dan jangan pernah lupakan satu hal ini, bahwa Dia, Sang Rahmaan merupakan Zat yang Maha atas segala-segalanya..

Advertisements