Mengenal gamis/jubah sebagai pakaian luar muslimah memang ada pasang surutnya. Terutama di awal2 hijrah, punya persepsi bahwa bergamis itu ribet dan ngerepotin aktivitas dan segala macem. Tapi memang sih, saat diterapin di diri juga yaaa itu memang kejadian. Mulai dari gamis bolong karena knalpot motor (yang di foto), gamis masuk ke rantai sepeda, gamis keinjek waktu naik tangga, bawah gamis jadi kotor di musim hujan yang bikin becek dll.
Tapi..

Alhamdulillah semuanya (memang) ga (seharusnya) menyurutkan niatan untuk tetep berpakaian syar’i ketika keluar rumah/kost. Ibarat, gpp deh sekarang gamisnya masuk rantai sepeda drpd harus dapet siksaan yang muter2 nanti akhirat hanya karena menanggalkan pakaian ini untuk alasan demikian. Gpp deh gamisnya keinjek waktu naik tangga drpd nanti di akhirat diinjek2 yang sakitnya tuh ga terbayang di akal kita saat ini.
Dah, intinya. Mau apapun aktivitas kita, kesibukan kita, konsekuensi syahadat kita sebagai Muslimah adalah menjalankan syariat Allah dan salah satunya adalah berhijab syar’i dgn merujuk pada Al Quran dan As Sunnah.
Go check Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31 for this case 🙂

Semoga yang belum berhijab, dimudahkan hidayah oleh Allah untuk menutup aurat.

Semoga yang sudah berhijab tapi belum syar’i, semoga Allah mudahkan langkahnya untuk berhijrah menuju syar’i.

Dan semoga yang sudah berhijab syar’i,  karena tak kalah sulit dgn 2 sebelumnya, Allah berikan ke-istiqamah-an dan kemurnian niat berhijab syar’i hanya untuk Allah.
Aamiin Allahumma Aamiin :’)

Advertisements

Merantau? Why Not?

tidak sedikit orang yang enggan bahkan tak mau beranjak dari comfort zone yang telah mereka jaga dan pertahankan sejak lama. tidak sedikit pula dari mereka yang beranggapan bahwa tak ada guna untuk meninggalkan zona ini, toh, i can get whatever i want here‘. begitu pikir mereka.
kenapa tidak kita ubah anggapan-anggapan seperti demikian? apakah sesulit itu? tentu saja tidak. semuanya hanya masalah tekad. ingat? di mana ada keinginan, di situ ada jalan.
kita masih bisa kok mencari ‘bantal’ baru yang nyaman untuk mengganjal kepala ini.
kita masih bisa kok mencari ‘kasur’ baru yang empuk untuk merebahkan tubuh yang lelah ini.
kita masih bisa kok memakan ‘makanan’ yang enak pun mengenyangkan di tempat baru itu.
Merantau? Why Not?
jika dengannya kau bisa menemukan versi terbaru dari dirimu.
jika dengannya kau bisa mendapatkan cakrawala yang lebih luas dari yang kau miliki sebelumnya.
jika dengannya kau bisa melihat dunia ini dengan kacamata yang baru.
teringat pada masa baginda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam serta para sahabat yang Allah rindukan jiwanya dahulu, harus meninggalkan Makkah, tanah kelahiran mereka, menuju Yatsrib, tanah baru bagi mereka yang belum tentu menawarkan ‘kenikmatan’ yang sama dengan apa yang ada di Makkah. mereka melakukannya demi apa? itu semua demi kehidupan mereka dan perjuangan dakwah yang lebih baik.
tak pernah terbayangkan pula olehku yang ternyata harus meninggalkan tanah kelahiranku. tanah yang menjadi saksi ketika aku tumbuh dan besar di sana, tanah yang menjadi saksi masa-masa indah dalan hidupku, menuju kota kecil di pulau seberang, yang bahkan mungkin tak banyak orang yang tahu tentangnya, demi menuntut ilmu. terpisah dari keluarga, terpisah dari teman-teman, dan tentunya terpisah dengan zona nyamanku yang sungguh akupun enggan meninggalkannya pada mulanya.
tapi tak terbayangkan pula olehku, bahwa aku bisa mendapatkan pengalaman baru yang tak bisa kuhitung jumlahnya, aku bisa mengembangkan sayapku di sana, mendapatkan ‘keluarga kecil’ yang tanpanya, mungkin aku hanya seorang penuntut ilmu biasa. dan mungkin hal terbesar yang kudapatkan adalah, aku yang baru dan pengalaman dakwah yang luar biasa.
itu hanya sebagian kecil dari kisah dan perjalananku. aku yakin ada jutaan kisah luar biasa di luar sana, yang kau dapatkan hanya dengan berani untuk keluar dari zona nyamanmu. tak mudah memang. tapi, seiring berjalannya waktu, kau akan menjadi bagian darinya yang pasti takkan mungkin bisa kau lupakan setiap inci-nya, meskipun kau melihatnya dari puncak tertinggi dalam hidupmu.