#IStandWithAleppo

Aleppo, sebuah kota kecil di utara Damaskus, Suriah. Salah satu kota terbesar dan terindah yang ada di Suriah. Bunga-bunga mewarnai jalan-jalan dan taman-tamannya.

Ya, itu Aleppo yang dulu. Karena sekarang, ia tak lebih dari sebuah kota yang usang dan sepi dari pandangan manusia.

Tak ada lagi anak-anak yang hafidzh Qur’an bermain di jalanan, karena jiwa tak berdosa mereka sudah direnggut! Wanita-wanita nya merelakan diri untuk dibunuh oleh Ayah/Suaminya, daripada harus diculik dan diperkosa rezim tiran Bashar! Para Ayah/Suami pun terus berharap untuk bisa ditangguhkan kematiannya untuk menjaga keluarganya dari gempuran militer bengis Bashar serta anteknya!


Yaa Allah. Teguhkan, tabahkan, tegarkan mereka menghadapi ujian dunia ini. Jika memang sulit bagi mereka menghindari serangan, maka iringilah mereka dengan pahala syahidMu, pahala Mujahid/ah-Mu yang masih teguh dengan imannya di bawah gempuran bom dan peluru.

Yaa Allah. Ampuni kami yang tak bisa berbuat banyak untuk menjaga 1 nyawa saudara kami di sana, yang hancurnya dunia masih lebih baik daripada hilangnya nyawa itu. Ampuni kami, saudara mereka, yang belum bisa dan mampu menurunkan tentara Al Fatih (pembebas) untuk mengepung rezim laknatullahu di sana, yang meski jumlah kami banyak, namun terhalang sekat-sekat negara bangsa dan kepentingan-kepentingan politis pemimpin-pemimpin kami.

Saksikan ketidakridha-an kami melihat bagaimana saudara kami diperlakukan dengan tidak berharganya. Saksikan kemarahan kami melihat saudara kami yang dibantai. Saksikan kegeraman kami melihat saudara kami di luluhlantakkan rumah mereka.

Saksikan yaa Allah.. Saksikan yaa Allah..

Advertisements

Aleppo is Dying


Aleppo needs us. Aleppo needs our support. Aleppo needs our dua.

Who will stand by them if not us, their muslim brothers and sisters?

Without neglecting other muslim problems (Rohingya, Palestine, Afghanistan, Uyghur, etc), please PRAY for our Aleppo brothers and sisters as we currently do not have one command and one military army to directly and physically support them. They are being massacred, bombed, and slaughtered by the dictator regime Bashar al Assad (laknatullahu ‘alayh).

Please, never forget them in our prayer yaa Muslimin!

Share this news to the world so it won’t stand silent. Raise your voice!

Ukhtukum,

Iranti Mantasari

Pemberontak Itu Kini Telah Syahid

image

Seperti yang kita ketahui, Suriah dalam beberapa tahun belakangan ini memang sedang dilanda krisis pemerintahan yang menyebabkan terjadinya konflik bahkan Perang Sipil antara rakyat dengan pemerintah. Suriah di bawah genggaman Al Assad, bahkan pernah dikabarkan akan jatuh menjadi failed state. Sejak berlangsungnya konflik internal ini, ribuan nyawa ummat manusia telah melayang, kembali pada Tuhannya.

Karena situasi dan keadaan ini pula, rakyat Suriah kini terbagi menjadi dua kubu, pro pemerintah dan kontra pemerintah. Sebut saja, ummat kontra pemerintah ini adalah pemberontak. Pemberontak yang tidak menerima ketidakadilan pemimpinnya dan kebengisan militer pemerintahnya.

Beberapa hari terakhir ini, dunia internasional, khususnya dunia Islam tengah dilanda pilu yang mendalam akibat penyerangan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah dan kroninya (Rusia, dll) menuju salah satu daerah kontra pemerintah incumbent, di Aleppo. Sebelumnya, kota Aleppo adalah salah satu kota yang indah dan terbesar di Suriah. Kota ini terletak di sebelah utara pusat pemerintahan Suriah, Damaskus.

Berbagai perjanjian internasional pun telah dicanangkan untuk meredam api yang sedang membara di Suriah. Salah satunya 27 February ceasefire atau gencatan senjata antara pemberontak tadi dan pihak pemerintah pada tanggal 27 Februari 2016 tahun ini [1]. Namun, api tak kunjung juga padam karena bahan bakar terus disirami ke atasnya. Usaha lain yang dilakukan adalah dengan melancarkan regime of calm atau lull in fighting di titik-titik konflik. Namun sayangnya, tidak termasuk di Aleppo [2]. Salah satu portal berita internasional pun menyatakan bahwa jika Aleppo bisa dipegang oleh pemerintah incumbent, maka itu akan sangat menguntungkan pihak Al Assad.

Dan api itu belum juga padam hingga hari ini.

Sungguh, apa yang terjadi belakangan ini sangat memukul hati ummat manusia, terlebih ummat Islam ketika mengetahui saudara se’aqidah mereka dibantai secara barbar oleh rezim yang tidak berhatinurani. Para wanita kehilangan lelaki mereka. Para tetua kehilangan anak dan cucu mereka. Anak-anak pun kehilangan canda tawa bahkan sosok orang tua mereka.

Ya, pemberontak itu kini telah syahid.

Bagaimana tidak? Daerah yang saat ini dikuasai oleh pemberontak itu tengah diratakan dengan tanah karena derasnya hujan bom serta peluru. Rumah-rumah hancur. Sekolah-sekolah hanya meninggalkan puing-puing ilmu. Bahkan Rumah Sakit yang diharapkan menjadi tenda keamanan bagi mereka yang terluka pun menjadi sasaran penyerangan ini.

Ya, pemberontak yang tak terima perlakuan pemimpin serta kroninya itu kini telah tersenyum bahagia ke pangkuan Tuhannya.

Tak jarang kita melihat melalui portal maya bagaimana para pemberontak itu tenggelam dalam nikmatnya mentadabburi Al Qur’an  disela-sela hujan bom dan peluru tadi. Mereka kini tengah bahagia di sana, meski shalat Jum’at yang merupakan kewajiban para lelaki mu’min sempat harus ditangguhkan untuk pertama kalinya dalam sejarah karena situasi yang tidak memungkinkan.

Pemberontak yang dengan senjata sederhananya itu setidaknya telah melakukan yang terbaik untuk mempertahankan ‘aqidahnya, menjaga agamanya, menyenangkan Rabb-nya. Tidak seperti kita, yang saat ini terhalang sekat-sekat kenegaraan menjadi tak mampu berbuat banyak, bahkan hanya untuk memberi mereka segelas air.

Semoga Allah mengampuni kami yang tak berdaya menyaksikan saudara mereka berlumuran darah dan tangis. Semoga Allah mengampuni kami yang tak memiliki komando kepemimpinan untuk menyeru dan terjun menolong saudara mereka. Semoga Allah syahidkan dan memberikan tempatNya yang terbaik untukmu, Saudaraku.

Ukhtukum,
Iranti Mantasari
Mataram, 27 Rajab 1437 H

***************************
References:
[1] http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/syria-ceasefire-why-the-temporary-truce-is-not-all-that-it-seems-a6900006.html

[2] uk.mobile.reuters.com/article/idUKKCN0XQ1X3?irpc=932