7 MEI

Subhanallahu, 2 peristiwa yang cukup berarti terjadi pada tanggal ini. Yang pertama, seorang anak manusia terlahir ke dunia dengan fitrahnya akan Islam. Yang kedua, 23 tahun kemudian Allah berusaha menguji dirinya untuk melihat seberapa besar keistiqamahannya dalam berIslam.

Hari ini, para hakim di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) memang memutuskan menolak gugatan HTI terkait sengketa pencabutan BHP (Badan Hukum Perkumpulan) HTI. Tapi In syaa Allah, putusan hakim di dunia, tidak ada artinya dengan putusan Allah yang Maha Adil di akhirat kelak.

Dakwah akan terus belanjut, karena ini adalah perintah Allah, aktivitas mulia yang dilakukan Rasulullah, para Nabi, dan para ulama. Allah di surah Muhammad ayat 7 mengatakan bahwa Dia akan menolong dan meneguhkan kedudukan kita (manusia), ASAL kita menolong agama Allah.

Kaidah kausalitas berlaku di sini. Ingin kedudukan kita diteguhkan dan ditolong oleh Dia yang Maha Segalanya? Maka tolonglah agamaNya terlebih dulu, perjuangkanlah agamaNya dulu. Kurang lebih itu yang ingin disampaikan Allah pada kita.

Terlalu lemah diri ini jika harus meninggalkan barisan dakwah hanya karena larangan dari lisan manusia yg juga sama lemahnya. Allah dengan keAzali-annya justru memerintahkan untuk senantiasa memegang buhulNya, jangan bercerai-berai. Lantas siapa yg patut didengar? Silakan jawab sendiri.

Palu yang diketok hakim dunia tadi akan menjadi saksi di akhirat, bahwa ada upaya yang berusaha dilakukan oleh pihak-pihak yang panas dengan dakwah Islam, yang merasa terusik kepentingannya karena semakin menggeloranya kerinduan umat akan tegaknya Syariah dan Khilafah. Ketokan palu itu pulalah yang sangat bisa memberatkan timbangan amal kiri mereka karena telah berusaha membungkam dakwah Islam. Meskipun begitu, biarlah gerak yang membuktikan bahwa Islam dan dakwah takkan mati meskipun jutaan senjata ditembakkan ke arahnya.

Perjuangan akan senantiasa berlanjut. Mereka yang mukhlis in syaa Allah akan siap menanggung konsekuensi dan tantangan apapun yang menghadang di depan. Kekuatan aqidah-lah yang akan terus mendorong para pengemban dakwah mukhlis untuk terus menyampaikan Alquran, menyerukan Islam, menggemakan Syariah agar bisa terterap dalam Khilafah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bermottokan, “Terus berjuang hingga Allah memenangkan atau kita binasa di jalanNya.”

Aku bisa saja menumpahkan seluruh isi hati, di berbagai platform daring yang kumiliki. Namun aku ingin menyimpan sedikit cerita pribadi sebagai penguat perjuangan. Cukuplah kututup sedikit goresan ini dengan 1 pertanyaanNya.

Alaysallahu bi ahkamil haakimin.
Bukankah Allah Hakim yang paling adil?

Hasbunallahu wa ni’mal wakiil ni’mal mawla wa ni’man nashiir.
Laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzhim.
Wa makaru wa makarallahu wallahu khayrul maakirin.

Iranti Mantasari
Salemba, 7 Mei 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: