Konflik Ghouta: Persekongkolan Keji Ideologi Kufur Melawan Islam (Part 1)

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR

Tertanggal 19 Februari 2018, Ghouta Timur, salah satu daerah di Suriah mulai dikepung dan diserang oleh rezim Bashar dengan dibantu oleh militer dan persenjataan dari Russia. Sekitar 400,000 rakyat sipil terpaksa berlindung di bawah tanah akibat serangan darat dan udara yang dilancarkan rezim dan sekutunya. Penyerangan pada daerah Ghouta sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh rezim pada tahun 2013. Serangan kali ini dikabarkan sempat menggunakan senjata kimiawi gas beracun seperti serangan sebelumnya yang menimbulkan dampak yang fatal bagi rakyat sipil.

Sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Seraamedia.org bahwa total korban konflik di Ghouta saat ini sudah mencapai lebih dari 1400 orang. Atas hancurnya kondisi di Ghouta akibat konflik di 2018 ini, Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB mengatakan bahwa kondisi di Ghouta seperti ‘neraka di atas bumi’. Serangan rezim bengis tidak hanya menyasar markas-markas pertahanan kaum Muslim, namun juga menyasar infrastruktur umum, seperti rumah-rumah penduduk, Rumah Sakit, sekolah, dll. Oleh karena itu pulalah, salah seorang dokter di sebuah Rumah Sakit mengatakan bahwa Ghouta adalah pembantaian di abad ini layaknya Srebrenica sebagai pembantaian pada tahun 1990an dahulu.

Gambaran Umum Suriah dan Ghouta

Ghouta dapat dikatakan sebagai benteng pertahanan terakhir yang dikuasai oleh kelompok oposisi di Suriah, seperti sebelumnya daerah Aleppo, Idlib, dan Homs. Ghouta dan Suriah secara umum adalah negeri dengan penduduk yang mayoritas berasal dari Muslim kalangan Sunni. Posisi Ghouta yang terletak sekitar 10km dari timur Damaskus, Ibukota Suriah, membuat daerah ini begitu penting untuk dikuasai oleh rezim Bashar yang notabenenya menganut Syi’ah Alawiyyah-Nushairiyah untuk memperkuat cengkeramannya atas Suriah. Luas daerah ini kurang lebih 104km2 dan separuh dari jumlah penduduk di dalamnya adalah pemuda yang berusia 18 tahun.

Suriah secara geografis dikelilingi oleh negara-negara yang juga memiliki kepentingan politis yang besar di Timur Tengah. Suriah berbatasan langsung di sebelah utaranya dengan Turki, di sebelah timurnya dengan Iraq, di baratnya dengan Lebanon, di selatannya dengan Yordania, dan di barat lautnya secara tidak langsung berbatasan dengan Israel. Negara-negara tetangga ini juga aktif turut serta dalam konflik Suriah yang pada 15 Maret lalu terhitung memasuki tahun ketujuh sejak 2011.

Jika menilik kembali pada asal mula konflik di Suriah ini, akan didapati fakta bahwa terdapat tiga masalah besar yang melatarbelakangi konflik ini tetap berlanjut hingga saat ini. Pada tahun 2011 lalu, telah terjadi sebuah fenomena di kawasan Timur Tengah yang kemudian dikenal sebagai Arab Spring. Peristiwa Arab Spring ini diawali di Tunisia yang kemudian berujung pada diturunkannya Presiden Tunisia saat itu, Zinedine Ben Ali, atau di Mesir dengan turunnya Husni Mubarak sebagai Presiden. Penggerak terbesar Arab Spring sebetulnya adalah semangat keinginan untuk terbebas dari represifme penguasa, kesenjangan ekonomi, tingginya angka pengangguran, dll. Napas Arab Spring ini kemudian berhembus juga ke Suriah yang saat itu memang sudah berada di bawah kekuasaan Bashar al Assad sejak tahun 2000. Kelompok oposisi secara umumnya berkehendak agar Bashar bisa diturunkan dari kursi kepresidenan Suriah. Eksistensi kelompok oposisi di Suriah, termasuk di dalamnya adalah daerah Ghouta, yang belum berhasil mencapai tujuannya menyebabkan upaya-upaya penurunan Bashar terus digencarkan, meskipun dengan jalan kekerasan.

Masalah yang kedua adalah karena adanya agenda Barat untuk perang melawan terorisme dan ekstremisme yang dianggap begitu mengakar di daerah Timur Tengah, termasuk Suriah. Sejak kepemimpinan George W. Bush, Amerika dan kroninya begitu aktif mengerahkan militernya ke kawasan Timur Tengah. Begitu pula kepemimpinan Obama juga Trump sekarang, seluruhnya memiliki fokus yang mendalam terkait kepentingan untuk menghancurkan ekstremisme dan terorisme yang tujuan utamanya adalah Al Qaeda –dan organisasi sayapnya serta ISIS yang juga beroperasi di Suriah. Agenda global Barat ini tidak dinafikkan telah menjadi salah satu masalah yang memperpanjang konflik di Suriah.

Masalah ketiga adalah karena ketiadaan sebuah negara, yakni daulah Khilafah Islamiyah yang independen dan akan melepaskan diri dari seluruh kepentingan selain dari kepentingan untuk menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Tak adanya institusi negara ini telah membuat konflik dengan berbagai kepentingan di baliknya menjadi berlarut-larut. Salah satunya kepentingan agama, karena dapat dikatakan bahwa konflik Suriah ini merupakan perseteruan antara kalangan Sunni dan Syi’ah, yang notabenenya sama-sama memandang urgensitas keberadaan seorang Imam/Khalifah dalam satu negara untuk menyatukan seluruh umat.

Ketiga masalah tersebut telah menyebabkan Suriah menjadi negeri yang tercabik-cabik, berikut penduduk di dalamnya.

Persekongkolan Ideologi Kapitalisme dan Sosialisme Melawan Islam

Banyak yang mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Suriah ataupun negeri lain di Timur Tengah merupakan konflik politis semata. Padahal jika dianalisis lebih mendalam, akan ditemukan fakta bahwa terdapat unsur pertarungan ideologi di balik konflik yang masih berlangsung ini. Tabiat alami dari sebuah ideologi adalah akan terus bertarung untuk mendapatkan pengaruh agar bisa diterapkan dalam suatu negeri atau wilayah. Meskipun terlihat tidak berkuasa, ideologi akan selalu memiliki orang-orang yang mengembannya. Secara umum, terdapat tiga ideologi besar yang ada di dunia ini, yaitu Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme. Dapat dikatakan bahwa Kapitalisme adalah ideologi yang saat ini sedang berkuasa secara global, namun hal itu tidak berarti para pengemban ideologi Islam dan Sosialisme akan berdiam diri terhadap kekuasaan Kapitalisme ini.

…Berlanjut di Part 2…

One thought on “Konflik Ghouta: Persekongkolan Keji Ideologi Kufur Melawan Islam (Part 1)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: