Beberapa tahun yang lalu di negeri ini, kata ini termasuk satu kata yang asing. Bisa saja mereka yg mendengar menganggap ini hanya salah satu dari kosa kata di Bahasa Arab.
Lakin bi idznillah, berkat dakwah yang istiqamah digaungkan, kata ini menjadi perbincangan di mana-mana. Dari satu rumah ke rumah lain, dari satu toko ke toko lain, dari satu kantor ke kantor lain. Mereka mulai mencari tahu apa makna kata ini dan tidak sedikit pula yg rindu akan kehadirannya kembali.
Sungguh, Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Tak bosan-bosannya hal ini digemakan. Semata-mata agar ummat tak lupa bahwa memang ada satu janji Allah dan kabar gembira Rasulullah akan hadirnya pelindung dan perisai bagi keberlangsungan hidup mereka di dunia yang juga menjamin keindahan akhirat mereka kelak.
Dakwah anti mainstream itu tidak mudah, maka tidak heran jika tak semua orang akan ikut berjalan di atasnya. Saya coba kutip pesan yg disampaikan Dr. Najih Ibrahim dalam buku beliau Risalah Ila Man Ya’malu Li al Islam yg kemudian diterjemahkan ke bahasa, “Sesungguhnya Allah swt. jika berkehendak untuk memilih hamba-hambaNya menjadi syuhada, Dia menyiapkan musuh untuk mereka agar mereka terbunuh dan darah mereka mengalir dalam rangka mencari cinta dan keridhaanNya serta agar mereka mengorbankan jiwa mereka di jalanNya.”
Masyaa Allah. Pesan itu haruslah merasuk pada setiap pengemban dakwah bahwa adalah sunnatullah ketika ada “ujian” untuk mereka demi mereka mencapai level yg lebih tinggi di hadapan Allah dalam memperjuangkan agamaNya.
Dakwah takkan terhenti hingga detak jantung ini berhenti nantinya in syaa Allah. Karena para pengemban dakwah yakin akan jalan yg dijalaninya adalah jalan yg benar, diridhai Allah, dan akan membawa kebangkitan pada ummat. Terlalu kecil ujian yg kita hadapi saat ini jika dibandingkan dengan apa yg dihadapi baginda Rasulullah dulu.
Maka, saya di sini sembari berusaha menguatkan diri, juga ingin menguatkan antum semua untuk tetap teguh di jalan Islam, di jalan dakwah, di jalan Rasulullah dan para ‘ulama salaf meskipun rintangan tak mungkin pergi dari hadapan kita.
Nashrun minallah wa fathun qariib.

Laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzhim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s