Random

Cuma Mampir

Layaknya ketika bertamu, ada kalanya kita akan pergi meninggalkan empunya rumah. Semata-mata karena itu bukan rumah kita, kita cuma mampir.
Pun manusia terkait relasinya dengan dunia ini. Nanti akan ada masanya Pemilik kita akan memanggil kita yang mengharuskan kaki ini beranjak dari dunia ini, karena kita cuma mampir.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam pun pernah menyabdakan bahwa manusia di dunia itu ibarat seorang musafir yang berteduh di bawah pohon ketika terik matahari, yang jika terik itu hilang maka ia akan melanjutkan perjalanan, karena ia cuma mampir.
Bintang, bulan, matahari, gunung-gunung, lautan, dedaunan, kesemuanya juga cuma mampir di ‘wilayah kekuasaan’ Allah. Bahkan saking ia cuma mampir, gunung-gunung itu bisa menjadi debu dan lautan itu kelak akan menjadi kering jika memang tiba masanya.
Berlelah-lelah lah dalam kebajikan selama masa mampir di dunia ini belum sirna. Karena keluh, keringat, kesah, hingga air mata yang jatuh di perjalanan dalam kebaikan itu akan menjadi saksi bahwa kau memang pantas untuk mendapat imbalan terbaik dari Sang Maha Pemberi Imbalan nanti.

-IM-

Ats Tsulasa, 11 Ramadhan 1438 H.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s