Islam

AJAL

Ketika kita dilahirkan di dunia dulu, sebetulnya kematian kitapun sudah mengekor di belakang. Karena sebagai makhluk yang memiliki awal, pastilah kita memiliki akhir, yg jelas berbeda dengan Allah yg azali, tidak berawal dan tidak berakhir.
Kematian memang suatu kepastian, namun tak ada satupun yang tahu kapan dia akan menghampiri, sekalipun teknologi terhebat yg ada saat ini. Kita hanya bisa menunggu dan alangkah indahnya penantian itu jika diwarnai dengan amal-amal yg diridhai Allah.

“Kamu bisa mati kapan saja”

Itu salah satu pengingat yg selama ini kucoba tanamkan pada diri, agar senantiasa mengingat bahwa kapanpun Allah ingin bertemu denganmu, maka kita takkan bisa mengelak atau bersembunyi bagaimanapun itu.

Juga, gelar yang kuinginkan dalam hidup ini sejatinya adalah Husnul Khatimah, meninggalkan segala apa di dunia ini dalam predikat yg baik. Husnul Khatimah ini mungkin jarang bahkan takkan kita jumpai pada mereka yg siangnya maksiat tapi malamnya enggan bertaubat. Oleh karena itu pulalah, setiap dari kita perlu mendorong diri ini agar terus beramal yg terbaik hanya, untuk, dan karena Allah, agar pertemuan kita denganNya adalah sebaik-baik pertemuan.
Perlu kita ingat potongan ayat ini: “Kullu nafsin dzaaiqatul mawt”, bahwa semua yg bernyawa pasti akan mati. Sekarang hanya tinggal kita, apakah mau bertemu kematian tsb dalam kemaksiatan atau dalam ketaqwaan dan ketaatan pada Allah.


In syaa Allah Ramadhan sudah menghampiri. Bulan diturunkannya Al quran, bulan yg kuyakin dirindu oleh setiap insan beriman. Tak lengkaplah rasanya jika Ramadhan ini kita lalui tanpa menjalankan secara total isi Alquran, padahal kita yakin Alquran adalah al Haq yang diturunkan di bulan spesial ini. Tak lengkap pulalah jika ketaatan yg kita lakukan pada bulan ini tidak diiringi dengan pelaksanaan hukum2 Allah. Sudah terlalu lama umat terbaik ini “mati” karena terbelenggu jeratan kekosongan syariat Allah dalam hidupnya. Dan bukanlah suatu hal yg salah apabila kita berikhtiar menghidupkannya kembali dengan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah secara total melalui bingkai Khilafah Islamiyah atas manhaj kenabian.


Marhaban yaa Ramadhan. Marhaban yaa Syahrus Shiyaam.

Semoga Allah menguatkan kita untuk beribadah selama bulan Ramadhan ini dan akan meninggalkan jejak-jejak kebaikan untuk bulan-bulan berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s