Kebaikan itu tidak akan pernah bisa terwujud jika tak dimulai. Banyak orang yg mengaku bahwa mereka belum bisa berbuat baik, karena mereka belum siap. Padahal sejatinya, ‘mulai’ itulah kuncinya. Kesiapan akan mengekor di belakangnya.

Pun dengan kita dalam berbuat kebaikan, menuntut ilmu syar’i, dakwah, dll. Tak mungkin semuanya terwujud jika kita sendiri tak mulai bergerak. Berakhlak yang baiknya nanti saja, karena aku belum berilmu, katanya. Tapi, meski begitu, menuntut ilmunya pun enggan, karena merasa perbuatannya belum baik. It’s a dead end then.
Memulai kebaikan seperti menuntut ilmu syar’i pun termasuk tantangan bagi yg belum memulai. Dan untuk istiqamah di dalamnya adalah tantangan bagi yg sudah memulai. Tantangan untuk meninggalkan yg dibenci Allah dan tantangan untuk melakukan perintah Allah yang mungkin sebelumnya kita benci. Bahkan hanya untuk memulai saja, kita mungkin berpikir keras ribuan kali untuk sampai pada “Baiklah, aku akan memulainya”.
Dan dakwahpun termasuk di dalamnya.
Sulit mungkin membayangkan bagaimana jika kita berada dalam barisan dakwah. Menyeru manusia pada yg ma’ruf, padahal tahu dirinya belum bisa maksimal dalam kebaikan. Dan menyeru mereka meninggalkan yg munkar, padahal tahu dirinya terkadang tersandung batu maksiat. Belum lagi jika ada penolakan, penentangan, ejekan, sindiran, ancaman, dll. Mungkin kita hanya akan menjadi objek dakwah saja, tak akan pernah menjadi subjeknya.
Tapi, apakah hanya karena itu kemudian kita tak bergabung dalam shaf mulia ini? Sudah sepatutnya pula untuk kita tidak meninggalkan dakwah ini bagi yang sudah di dalamnya, meninggalkan barisan yg meneruskan risalah Allah dan kekasihNya. Tak mungkin juga kita melepaskan begitu saja pekerjaan agung ini hanya karena tekanan dan pergolakan yang ada, setelah tahu ganjaran manis apa yang disiapkan untuk kita.
Istiqamahlah. Meski jalan yang kita lalui itu curam.
Istiqamahlah. Meski cibiran yang kita dengar sangat menyayat hati.

Istiqamahlah. Meski ancaman demi ancaman digelorakan untuk menghentikan perjuangan ini.

Istiqamahlah. Atas nama Allah dan Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam.

A little note to myself. And perhaps all of you.
-IM-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s