Islam · World

3 Maret 1924

Sepeninggal Rasulullah saw. dahulu, para sahabat ra. diriwayatkan menunda untuk memakamkan jasad beliau karena para sahabat sibuk menentukan siapakah kelak pemimpin umat Islam sepeninggal baginda saw. Padahal seperti yang kita tahu, memakamkan jenazah masuk ke dalam hukum yang fardhu meskipun masih dalam level fardhu kifayah. Tapi, apa yang bisa kita ambil dari peristiwa ini? Bahwa para sahabat ra. mengutamakan untuk mencari pemimpin yang kelak akan menjadi komando bagi umat Islam dalam tataran politik, militer, ekonomi, sosial, penerapan hukum syari’at, dll. Pemimpin yang kelak akan mengurus kelangsungan umat Islam, tidak hanya di jazirah Arab, namun seluruh dunia.
Sekitar 13 abad lamanya, Islam memimpin dunia. Itu adalah bukti sejarah yang bahkan bangsa barat pun tak akan bisa menutupinya. Sekitar 13 abad lamanya, umat Islam terdepan dalam hal militer, politik luar dan dalam negeri, pendidikan, pengembangan dakwah dan syiar Islam ke penjuru dunia. Itu adalah bukti yang sejarah manapun tak akan bisa menutupinya.
Namun, dimulai sekitar tahun 1918, umat Islam mulai digoyahkan oleh musuh-musuh Allah yang tak rela melihat keagungan Islam di muka bumi. Dilemahkan pikirannya. Dijauhkan mereka dari agamanya. Ditiupkan napas-napas nasionalisme kebangsaan yang meregangkan mereka dengan ikatan terkuat ikatan ‘aqidah. Dan akhirnya pada tahun 1924, semuanya resmi berubah. Umat Islam kehilangan penjaga, kehilangan tameng, kehilangan rumah yg di dalamnya terdapat keamanan dan kesejahteraan. Ya, 3 Maret 1924, Khilafah Utsmani atau lebih dikenal dengan Turki Utsmani / Dinasti Ottoman resmi dihapuskan sebagai sistem pemerintahan bagi umat Islam dan diganti dengan sistem sekuler ala barat oleh dia yang bahkan jasadnya pun tak diterima bumi, Mustafa Kemal Ataturk.
Ibarat kata, ibu dari umat Islam pada masa itu sedang sakit. Yang kemudian penjahat keji datang dan membunuh satu-satunya ibu mereka dengan pedang yang tajam. Tapi, umat Islam justru mengambil penolong dari mereka yang baru saja membunuh ibunya, yang bahkan pedang itupun masih berlumuran darah ibunya!
Sejak saat itu pulalah, umat Islam mulai meredup di berbagai lini kehidupannya. Tak memiliki militer yang kuat, pendidikannya tak gemilang lagi seperti sedia kala, mereka dijajah, disiksa, terpuruk, hingga diombang-ambingkan oleh mereka yang selalu membenci Islam. Itu semua karena umat Islam tidak memiliki perisai Khilafah yang akan menjadi garda terdepan dalam melindungi dan menjamin mereka.
93 tahun sudah umat Islam dipimpin oleh sistem yang bahkan tidak mengimani keagungan Allah swt. sebagai Tuhan semesta alam. Sistem yang sejatinya tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sistem yang menomorsekiankan peranan Allah dalam mengatur hidup hambaNya. Hampir satu abad umat Islam lupa dan lalai akan identitasnya sendiri.
Ketiadaan Khilafah Islamiyah ini juga berarti hukum-hukum Allah tak bisa diterapkan dalam kehidupan. Karena jelaslah hukum buatan manusia yang akan diutamakan. Suara terbanyak akan menang, meskipun bertentangan dengan Islam. Khilafah Islamiyah inilah yang juga mampu menjamin keberlangsungan dakwah Islam sehingga ia mampu tersebar ke penjuru dunia, sesuai apa yang dilakukan rasulullah saw. dan para sahabat ra. dahulu.
Kami rindu masa-masa itu. Kami rindu ketika Islam menjadi basis kehidupan kami di dunia yang akan bermanfaat untuk ukhrawi kami. Kami rindu ketika Khalifah akan rela menggerakkan pasukannya untuk menjaga kehormatan seorang wanita. Kami rindu ketika syari’at Islam bisa diterapkan dalam hidup kami. Kami rindu ia, Khilafah Islamiyah.

Yaa Rabb, nahnu turid al Khilafah Islamiyah ‘alaa minhajin nubuwwah. Yanshurullahu ilal haq yaa Rabb. Yanshurullahu..

Advertisements

One thought on “3 Maret 1924

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s