Islam

Perempuan dan Terorisme

Beberapa waktu lalu, jagad Indonesia kembali dihebohkan dengan masalah lama yang diangkat-angkat kembali, yaitu ditemukannya “bom panci” di daerah Bintara Jaya, Bekasi dan diciduknya 3 terduga pelaku teroris, termasuk satu diantaranya adalah seorang wanita. Penemuan bom ini kemudian dikonfirmasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan diarahkan untuk diledakkan di Istana Negara. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri juga menangkap 1 orang terduga teroris di Ngawi, Jawa Timur yang diasumsikan masih terkait dengan jaringan teroris Bekasi tersebut.
Salah satu pengamat terorisme, Sydney Jones menyatakan kepada Viva.co.id bahwa rencana aksi kali ini dilaksanakan oleh Jaringan Ansharut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) di bawah pergerakan Bahrun Naim. Jaringan ini menurutnya memiliki afiliasi kepada jaringan ISIS (Islamic State in Iraq and Syria) di Indonesia, mengingat banyak ‘figur-figur’ lama di Indonesia mengarahkan pengikutnya untuk bergabung ke sana jika tidak mampu menyerukan jihad di dalam negeri.
Satu hal lain yang kemudian ditekankan pada kejadian ini adalah modus baru dalam terorisme di Indonesia, yaitu dengan menggerakkan perempuan sebagai “pengantin” atau eksekutor bom bunuh diri. Hal ini sontak mengundang beberapa analis Terorisme untuk buka suara, salah satunya Ansyaad Mbai, mantan Kepala BNPT. Ansyaad menyatakan, “Penyamarannya bagus, apalagi berbusana seperti orang Arab. Gampang sekali menyembunyikan bom di dalam badannya. Selain itu, biasanya petugas agak lengah, kendur, kalau menghadapi perempuan. Pemeriksaan di pintu-pintu masuk lebih kendur” ungkapnya pada Rakyat Media Online.
Terkait pernyataan Ansyaad itu, hal tersebut secara tersirat mengindikasikan bahwa jika ada wanita yang “berbusana seperti orang Arab”, katakanlah yang berjubah dan berkerudung menjuntai lebar, maka ia memiliki potensi yang lebih besar untuk menjadi pelaku terorisme dibandingkan dengan yang lain. Sungguh, ini adalah suatu tindakan generalisasi yang menyudutkan kaum Muslimah yang menutup aurat sesuai tuntunan Islam! 
Tidak hanya itu, peristiwa ini kembali mengingatkan kita pada salah satu program yang digencarkan oleh Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, yaitu program deradikalisasi. Program deradikalisasi ini sarat dengan pembahasan isu terorisme yang pada akhirnya akan kembali menyudutkan ummat Islam. Oleh karena itu, mencuatnya kembali isu ini di tengah tingginya ghirah kaum Muslimin di Indonesia untuk menindak kasus penista Al Qur’an, diasumsikan akan menjadi legitimasi Pemerintah untuk 3 hal: Menggiatkan kembali program deradikalisasi; Memberi alarm/signal peringatan bagi permepuan untuk menjauhi aktivitas yang dikategorikan radikalisme; dan menjadi pintu masuk untuk membuat program khusus deradikalisasi perempuan melalu Majelis Ta’lim atau pengajian komunitas perempuan. 
Oleh karena terlalu seringnya hal seperti ini menyudutkan ummat Islam, kaum muslimin secara umum dan muslimah secara khususnya, harus terus kritis terhadap program deradikalisasi ini yang seringkali diasosiakan dengan kegiatan pembinaan atau pemahaman ummat terhadap Islam yang kaaffah (menyeluruh). Di tengah hempaan fitnah dari berbagai sisi terhadap Islam, ummat juga harus memiliki fikrun siyasiyyun yang kuat atau pemikiran politis dalam menyikapi beragam situasi politik ala sekulerisme saat ini. Karena tidak dipungkiri, geliat untuk kebangkitan ummat dan kesadaran ummat untuk ber-Islam kaaffah (menerapkan syari’at Allah dalam setiap sendi kehidupan) semakin tinggi akhir-akhir ini, maka usaha musuh-musuh Islam, baik itu kaum kafir dan munafik untuk mengerdilkan semangat kebangkitan ummat juga akan semakin meninggi. Wallahua’lam bi ash-shawwab.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s