Bait demi bait, baris demi baris
Siang berganti malam, bulanpun berganti mentari
Tak ada satu waktupun ku tak rindukan dirimu
Dirimu yang dinanti oleh seluruh ummat

Kedatanganmu yang hanya sekali dalam dua belas waktu
Selalu menyisakan cahaya dalam hati kami
Kami yang sebelumnya enggan untuk tenggelam dalam Al Qur’an
Kami yang tak tahu rasanya bercumbu dengan Tuhan

Yaa Syahrus Shiyaam

Semut-semut kecilpun tahu akan keluarbiasaanmu
Kemuliaanmu sudah menggema pada makhlukNya hingga ke langitNya
Betapa hebat engkau menjerat syaithan untuk tak menggoda kami
Betapa besar ganjaran ummat yang berjihad ketika engkau hadir

Yaa Syahrus Shiyaam

Terima kasih untukmu yang telah menanam kembali benih cinta pada diinul haq ini
Terima kasih pula untukmu yang memberi kesempatan pada kami untuk menyucikan diri dari dosa-dosa kami
Semoga Tuhan mengampuni  kelalaian ibadah kami dalam kehadiranmu
Semoga Tuhan memaafkan kesombongan kami yang tak mengingat kedatanganmu

Yaa Syahrus Shiyaam

Tapi sungguh, Tuhan tahu bahwa engkau terngiang dalam hati kecil kami
Hati yang terkadang penuh sesak duniawi ini
Sungguh, ghirah berIslam yang bisa engkau kobarkan mulai mengetuk pintu hati kami
Dan ini benar adanya, kami merindumu dengan sangat, yaa Syahrus Shiyaam

Iranti Mantasari
As-Sabt, 13 Sya’ban 1437 H
Selong, Lombok Timur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s