Tak akan ada habisnya jika kau membicarakan perihal Adam & Hawa. Terkisah dua makhluk Tuhan yang dahulu bersama di surga, namun harus berpisah untuk sementara waktu karena satu kealfaan atas perintah Tuhannya. Bagi dua insan yang saling mencintai dan melengkapi satu sama lain, tentu saja itu bukan suatu  hal yang mudah untuk dihadapi. Konon, setelah perjalanan panjang selama ratusan tahun (menurut sebagian riwayat) yang mereka jalani masing-masing, kesabaranpun membuahkan hasil. Dua hati itu bertemu kembali.

Jodoh memang suatu hal yang unik. Ketika ia hanya ada di bayang-bayang, seringkali ia membuatmu tersenyum, merenung, gelisah, juga bahagia di waktu yang sama. Tetapi meskipun ia sudah ada di depan mata, ia pun masih bisa membuatmu tersenyum, merenung, gelisah, dan bahagia, namun dengan alasan yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Meskipun demikian, ia tetap suatu hal yang dirindukan.

Aku percaya, semua orang memiliki masa lalu yang bisa untuk dijadikan sebagai batu lompatan ke depannya. Bukan untuk disesali. Bukan untuk sekedar dikenang di waktu luang. Tapi untuk diambil pelajaran darinya. Bukankah orang yang beruntung itu adalah orang yang tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya? Keburukan di masa lalu tidak berarti kita tak bisa mendapatkan kebaikan di masa nanti. Justru, keburukan di masa lalu bisa menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan di masa yang akan datang.

Pun dalam masalah jodoh. Boleh jadi dahulu kau menjalani sesuatu yang salah, bersama orang yang salah. Namun, melakukannya sesuai dengan jalannya bersama orang yang tepat, merupakan suatu keniscayaan di masa depan. Dengan catatan, kau mau mengambil pelajaran dari masa lalumu.

Terlepas dari itu semua, aku percaya, Allahu Yaa Rahman sudah menuliskan nama seseorang untukku nanti. Tak akan ada seorangpun yang kuasa mengubahnya, kecuali Dia. Seseorang itu saat ini mungkin tak kuketahui siapa namanya, bagaimana parasnya, dan dimana ia berada sekarang. Seseorang yang bahkan mungkin tak pernah terlintas di pikiranku. Tapi aku tenang, karena Ia sudah menjamin hal itu. Bagaimana mungkin aku tak percaya pada Sang Maha Menepati Janji?

Pun denganmu. Hal yang sama juga telah tertulis di sana. Jangan khawatir. Lalui dan nikmati saat ini dengan sabarmu, taqwamu, dan muhasabahmu. Ketika datang saat yang tepat, ia akan berada di hadapanmu dari jalan yang tak kau duga-duga.

In tribute for:

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri, dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. …” [TQS. An Nahl: 72]

Advertisements

One thought on “Tenang, jodohku dan jodohmu sudah ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s